Ini nihh Kepribadian Berdasarkan Teori Cattel :)
KEPRIBADIAN berdasarkan Teori CATTEL
Menurut
Cattell, kepribadian adalah suatu yang dapat memberikan prediksi tentang apa
yang akan dilakukan seseorang dalam situasi tertentu. Teori kepribadian Cattel fokus
mempelajari kepribadian manusia bukan mengubah atau “mengobati”. Menurutnya, kita
tidak dapat mengubah suatu kepribadian sebelum memahami kepribadian tersebut,
dan dalam memahami kepribadian seseorang, kita terlebih dahulu memahami traits atau sifat-sifatnya .
Cattel
memandang kepribadian sebagai kompleksitas dari struktur berbagai kategori traits.
Traits disini dimaksudkan pada struktur mental yang terlihat dan
konsisten dari suatu perilaku, muncul dalam berbagai aspek baik segi struktural
maupun dinamika dari kepribadian. Melalui analisis faktor, Cattell mengklasifikasikan
traits dalam beberapa kategori.
1.
Common
Traits and Unique Traits
Common trait
adalah suatu sifat atau karakter yang dimiliki oleh setiap orang tapi berbeda
dalam tingkatannya. Setiap orang memiliki trait
ini, tapi dengan tingkatan-tingkatan berbeda satu sama lain. Contoh dari common trait yaitu kemampuan
bersosialisasi, intelegensi dan lain lain. Setiap orang memiliki intelegensi
namun setiap orang berbeda tingkatannya.
Unique trait
merupakan karakter yang dimiliki oleh individu dalam jumlah kecil yang
menimbulkan keunikan dan membedakan individu satu dengan yang lain. Unique
traits lebih kepada ketertarikan individu terhadap sesuatu. Contohnya sebagian
individu tertarik pada olahraga basket, sebagian berenang, sebagian lebih
tertarik pada seni dan sebagainya.
2.
Surface
Traits and Source Traits
Surface traits
merupakan karakter kepribadian yang terdiri dari bagian-bagian dan kurang
stabil. Misalnya, kita dapat menyimpulkan trait cheerfulness pada seorang wanita yang senang menyemangati, membuat
nyaman orang lain dan tidak mempermasalahkan kesalahan kecil. Surface traits
ini umumnya menunjukkan ganungan antara pengaruh biologis dan lingkungan.
Sedangkan source traits merupakan salah
satu unit atau struktur dari trait yang memengaruhi setiap perilaku
individu yang cenderung stabil. Source traits merupakan trait yang penting karena source
traits merupakan unit dari karakter-karakter yang membangun surface
traits. Berdasarkan asalnya, source trait dapat
diklasifikasikan lagi menjadi :
· Constitutional traits ;
karakter yang disebabkan oleh kondisi biologis. Misalnya seorang yang mabuk
dapat berperilaku ceroboh, berbicara ngawur, dll
· Environment-mold traits ; karakter yang didapatkan karena
faktor lingkungan melalui proses
pembelajaran. Misalnya, anak yang dididik dengan sistem demokrasi berbeda
prilakunya dengan anak yang dididik dengan cara otoriter.
3. Ability
Traits, Temperament Traits, and Dynamic Traits
Ability traits yaitu sifat penentu kemampuan seseorang
bekerja untuk meraih suatu hal. Intelligence merupakan contoh dari ability
traits ini. Dengan tingkat intelegensi seseorang kita dapat
memperkirakan seberapa mampu seseorang itu mencapai tujuannya.Yang disebut
dengan temperament traits yaitu sifat yang menggambarkan emosi seseorang
secara umum. Sifat ini meliputi cara individu bertingkah laku dan merespon
suatu situasi. Misalnya, ketenangan, kegugupan, santai, keberanian, dll. Dynamic
traits merupakan sifat atau karakter yang mengendalikan tingkah laku
seseorang yang berperan dalam emosi, keinginan, atau ketertarikan seseorang
dalam mencapai sesuatu.
A. Dinamika Kepribadian
Dinamika
kepribadian adalah proses yang menyebabkan atau memotivasi munculnya suatu
perilaku tertentu. Menurut Cattell, ada tiga dinamika kepribadian yang
mendasar, yaitu : Erg, Sentiment, dan
Attitudes. Ketiganya saling
berhubungan yang disebut dengan Subsidiation
.
1. Erg
|
·
Anger (kemarahan)
·
Appeal (ketertarikan)
·
Curiosity (rasa penasaran)
·
Disgust (perasaan jijik)
·
Gregariousness (kemampuan
bersosialisasi)
·
Hunger (rasa lapar)
2. Sentiment
Menurut Cattell, sentiment adalah proses dimana munculnya sebuah prilaku dikarenakan
motivasi, energi, atau dorongan yang berasal dari luar diri kita (lingkungan), baik interaksi sosial atau lingkungan
fisik. Contohnya seperti karier, agama, pasangan hidup, dll. Sentiment ini diperoleh dari hasil
belajar dan dapat hilang sewaktu-waktu.
3. Attitudes
Menurut Cattell, attitudes adalah ketertarikan, emosi dan
perilaku seorang individu terhadap suatu objek tertentu. Contohnya : Budi
sangat suka mempelajari musik.
Ketertarikan dan emosi ditunjukkan dengan “sangat suka” ; perilaku ditunjukkan
“mempelajari” dan objek tertentu adalah “music”. Attitudes adalah sesuatu yang tampak, dimana erg, sentiment dan hubungan keduanya hanya dapat dilihat dari attitudes. Attitudes ini tidak harus
diekspresikan secara verbal, tetapi dapat diukur dengan berbagai metode lain.
4. Subsidiation
Cattell menyatakan bahwa antara erg, sentiment dan
attitude saling berhubungan oleh rantai subsidiation
yang juga disebut The Dynamic Lattice.
Konsep ini menyatakan elemen kepribadian tertentu dianggap tidak begitu penting
oleh elemen lainnya.
B. Perkembangan Kepribadian
Cattel
mengajukan enam tahap dalam perkembangan kepribadian sepanjang rentang
kehidupan.
1.
Infancy
(tahap bayi 0-6 tahun)
Tahap ini adalah periode utama
dalam perkembangan kepribadian seseorang. Anak-anak dipengaruhi keluarga dan
pengalaman dalam toilet training. Sikap
sosial berkembang bersamaan dengan ego dan superego. Cattel bukanlah pengikut Freud
tetapi dia setuju bahwa kehidupan awal sangat krusial dalam pembentukan
kepribadian seseorang, dan konflik antara oral dan anal bisa memengaruhi
kepribadian seseorang.
2. Childhood (tahap
kanak-kanak 6-14 tahun)
Antara umur 6 sampai 14 tahun, terdapay
beberapa masalah psikologis dalam pembentukan kepribadian. Dalam tahap ini
muncul kemandirian terhadap orang tua dan mampu mengenal anak sebayanya Tahap ini disebut periode konsolidasi karena
masalah psikologisnya hanya sedikit dan tidak sekritis pada tahap bayi.
3.
Adolescence
(tahap remaja 14-23)
Gangguan suasana hati dan
kenakalan banyak bermunculan pada tahap ini. Konflik seputar seks, kemandirian
dan indentitas diri mulai muncul.
4.
Maturity
(tahap dewasa 23-50 tahun)
Pada tahap ini seseorang
produktif, bahagia dan sibuk menikmati hidupnya seperti pekerjaan, pernikahan
dan keharmonisan keluarga. Kepribadian menjadi lebih fleksibel dibandingkan tahap-tahap
sebelumnya dan juga kestabilan emosi meningkat. Cattel juga menemukan bahwa
terdapat perubahan yang sedikit dalam minat dan sikap.
5. Late maturity (tahap
dewasa akhir 50-60 tahun)
Terdapat perubahan perkembangan
kepribadian sebagai respon terhadap fisik, sosial, dan perubahan psikologis. Kesehatan,
semangat dan daya tarik pribadi sudah menurun. Akhir kehidupan mulai dipikirkan.
Pada tahap ini individu mulai menguji
nilai-nilai yang terdapat dalam diri mereka dan mencari jati diri yang baru.
6. Old age (tahap
tua 70-mati)
Pada tahap terakhir, penyusuaian terhadap
kehilangan (meninggalnya pasangan hidup, ke nalan; hilangnya pekerjaan; hilangnya
status social, dan perasaan kesepian yang mendalam) tejadi. Pada masa ini
juga,orang-orang sering membicarakan kembali masa-masa yang telah dilaluinya
dan pola pikir individu pada masa ini sering terlihat sebagai masa kanak-kanak.
C. Psikopatologi
Psikopatologi adalah ilmu tentang gangguan
mental, keadaan mental yang berbahaya dan abnormal. Psikologi abnormal istilah
lebih familiar digunakan pada non-medis
bidang psikologi. Cattell
mengemukakan dua bentuk psikopatologi, yaitu:
1.
Ketidakseimbangan
fungsi faktor umum:
faktor-faktor umum yang telah dikemukakan sebelumnya pada The 16 PF Questionnaire
berjalan tidak seharusnya. Misalnya, jika factor A tidak berfungsi sebagaimana
mestinya, maka akan menghasilkan manic depressive, yaitu kondisi
mood yang dapat berubah secara ekstrim dan tidak menentu.
2.
Sifat
patologis sebagai factor terpisah ciri-cirinya tidak termasuk di dalam factor umum pada The
16PF Questionnaire. 7 ciri yang diawali huruf D merupakan ciri abnormalitas yang dicirikan
sebagai depresi.
Berikut
merupakan gangguan mental yang telah dibedakan oleh Cattell:
·
D1
Low Hypocondriasis= Senang, pikiran baik dengan bekerja , tidak menemukan sakit yang berbahaya
Low Hypocondriasis= Senang, pikiran baik dengan bekerja , tidak menemukan sakit yang berbahaya
·
D2
Zestfulness= Puas dengan
kehidupan dan sekitarnya, tidak memiliki keinginan kematian
Suicidal Disgust= Benci dengan
kehidupan, pikiran kacau, dan tindakan menghancurkan diri
·
D3
High Brooding Discontent=
Mencari kegembiraan, mengambil risiko, mencoba hal baru
Low Brooding Discontent = Menghindari
hal hal yang berbahaya dan petualang, membutuhkan sedikit kesenangan
·
D4
Low Anxious Depression=
Tenang dalam keadaan darurat, peduli dengan sekitar, sigap
High Anxious Depression=
memiliki mimpi yang mengganggu, ceroboh dalam
menangani hal, tegang, mudah marah
·
D5
High Energy Euphoria= Menunjukkan
semangat dalam bekerja, energik, tidur nyenyak
Low Energy Euphoria = kelelahan, kekhawatiran,
tidak bersemangat menghadapi masalah
·
D6
Low Guilt and Resenrment=
Tidak merasa bersalah, bisa tidur, tidak peduli apa
yang tersisa
High Guilt and Resenrment=
Memiliki perasaan bersalah, menyalahkan diri atas segala
hal, kritis pada diri sendiri
·
D7
Low Bored Depression=
Santai, perhatian, ceria dengan orang
High Bored Depression = Menghindari
kontak dan keterlibatan dengan orang-orang, mencari isolasi,
menunjukkan rasa tidak nyaman dengan orang.
Low Paranoia= Percaya, tidak
merasa cemburu atau iri hati
High Paranoia= Mempercayai bahwa ia
dimata-matai, diperhatikan, dianiaya
·
Pp
Low Psychopathic Deviation=
Menghindari keterlibatan dalam tindakan
ilegal atau melanggar aturan, sensitif
HighPsychopathic Deviation = Merasa
tidak butuh bantuan, suka melanggar aturan, tidak merasa bersalah
·
Sc
Low Schizophrenia = Realistis
terhadap diri sendiri, memiliki kestabilan emosi
High Schizophrenia= Salah
mempersepsikan sensasi yang diterima indera, menyendiri
·
As
High Psychasthenia= melakukan
kegiatan yang sama berulang-ulang, tidak dapat mempertahankan dirinya untuk
berada dalam keadaan normal
·
Ps
Low General Psychosis= Percaya diri,
mandiri
High General Psychosis = Merasa
dirinya lemah, tidak berguna.
Sekian yaa,,,
Semoga bermanfaat J
Comments
Post a Comment